This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Data & Fakta. Show all posts
Showing posts with label Data & Fakta. Show all posts

Wednesday, 4 December 2013

5 Perusahaan Pengeruk Minyak Terbesar di RI



Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) mencatat realisasi produksi minyak nasional hingga kuartal III 2013 mencapai 828 ribu barel per hari (bph), atau 98,5% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 sebesar 840 ribu bph.
Seperti yang dikutip Liputan6.com dari data SKK Migas, Kamis (10/10/2013), produksi minyak tersebut berasal dari 52 Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). Dari 52 KKKS yang melakukan operasi di lapangan migas Indonesia, berikut lima KKKS yang memproduksi minyak terbesar pada kuartal III- 2013:
1. Chevron Pacific Indonesia
Realisasi produksi minyak dari perusahaan migas asal Amerika Serikat tersebut sepanjang Januari-September 2013 mencapai 321.814 bph. Angka ini di atas target yang ditetapkan dalam rencana kerja anggaran (Work Plan & Budget/WP&B) dan target APBN-P 2013 sebesar 320.732 bph.
2. Pertamina EP
Produksi minyak dari anak usaha PT Pertamina (Persero) hingga akhir kuartal III 2013 mencapai 121.181 bph. Angka ini di bawah target dalam WP&B sebesar 123.644 bph, target produksi APBN-P 2013 123.332 bph.
3. Total E&P Indonesie
Perusahaan migas asal Prancis ini telah memproduksi minyak sebanyak 68.436 bph hingga September 2013. Meski telah melebihi target WP&B 2013 sekitar 68.351 bph, angka produksi Total masih di bawah target APBN-P 2013 yang ditetapkan 71.393 bph
4. Pertamina Hulu Energi Offshore West Java (ONWJ)
Anak usaha Pertamina yang bergerak di hulu migas tersebut telah memproduksi minyak sebanyak 38.627 bph hingga akhir September 2013. Angka ini di atas target WP&B 38 ribu bph dan APBN-P 2013 sekitar 38.083 bph
5. CNOOC SES Ltd
Perusahaan migas asal China tercatat memproduksi minyak 35.192 bph sepanjang Januari-September 2013. Angka ini belum mencapai target yang ditetapkan dalam WP&B sekitar 36.340 bph dan target APBN-P 2013 sebanyak 37.031 bph.(http://bisnis.liputan6.com, 10/10/2013)

Ini 20 Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia pada 2013 Versi Forbes



Majalah ekonomi terkemuka, Forbes, melansir data perusahaan minyak terbesar di dunia.
Forbes menggunakan data 2003 dan tahun ini untuk membandingkan dan memberikan peringkat 20 perusahaan tersebut.
Dikutip pada laman Forbes 18 November 2013, sepuluh tahun lalu tidak ada Facebook, Twitter, dan iPhone.Smartphone yang terbaik saat itu hanya Blackberry yang saat ini sudah terlihat kuno.
Kembali pada 2003, George W. Bush menyatakan “Misi Tercapai” di Iraq. Pada tahun ini Barack Obama masih menjadi anggota senat.
Pada 2003 pengendara sepeda motor terkejut ketika harga bensin melonjak menjadi US$1,75 per galon. Bagaimana Amerika bisa mempertahankan cara hidup mereka dengan harga minyak mentah yang sangat tinggi mencapai US$30 per barel.
Pada kondisi ini, Amerika Serikat, menyusul dunia akan melampaui titik kritis puncak minyak, setelah itu harga akan meroket dan kelangkaan minyak berlangsung. Sebenarnya ini baik untuk gas alam.
Perusahaan energi berusaha mencari cara untuk mengimpor gas dalam bentuk LNG seperti Qatar. Era energi murah sepertinya akan berakhir.
Begitu banyak yang telah berubah dalam 10 tahun. Saat ini harga nyaman minyak di US$100 per barel dan dunia belum berakhir. Amerika lebih memilih untuk mengekspor LNG dibanding mengimpor. Dengan semakin banyaknya pengeboran minyak di Amerika, produksi minyak di negara ini lebih tinggi dalam 25 tahun.
Dipicu oleh tingginya harga minyak, di Texas dan Oklahoma bereksperimen dengan metode baru, sumur pengeboran dibuat melengkung horizontal jauh di bawah tanah untuk memotong lapisan gas, kemudian menggunakan air tekanan tinggi dan tanah lempung untuk mengunci gas.
Namun, harga minyak meledak mencapai US$60 per barel pada 2005, US$90 per barel pada 2007, dan puncaknya US$147 per barel pada 2008. Hal ini menyimpulkan pasokan komoditas tidak merespon dengan cepat sinyal harga.
Produksi minyak mentah Amerika mencapai 5 juta barel pada 2008. Sejak melonjaknya pasokan lebih dari 50 persen, Administrasi Informasi Energi mengatakan pada Oktober produksi minyak mentah Amerika Serikat mencapai 7,7 juta barel per hari, ini merupakan produksi tertinggi dari 25 tahun.
Produksi minyak Amerika Serikat sekarang melebihi produksi minyak Rusia dan Arab Saudi yang merupakan produsen minyak terkemuka di dunia dengan produksi 10,1 juta barel per hari.
Berdasarkan Wood Mackenzie, konsultan global dan pengumpul data energi, perusahaan minyak yang masuk dalam 20 besar telah berkurang menjadi sedikit.
Berapa banyak booming-nya pengeboran minyak menggeser peringkat 20 perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia? Berikut adalah beberapa perusahaan minyak dan gas menurut data Wood Mackenzie.
1. Saudi Aramco
Produksi pada 2013 sebanyak 12,7 juta barel per hari, produksi pada 2003 sebanyak 9,9 juta barel per hari. Perusahaan minyak ini berada di Arab Saudi.
2. Gazprom
Produksi pada 2013 sebanyak 8,1 juta barel per hari, produksi pada 2003 sebanyak 9,5 juta barel per hari. Kantor perusahaan ini terletak di distrik Cheryomushki, Moskow, Rusia.
3. National Iranian Oil Company
Produksi pada 2013 sebanyak 6,1 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 4,9 juta barel per hari. Perusahaan ini merupakan perusahaan pemerintah yang diatur oleh Menteri Perminyakan Iran. Pusat kantornya berada di Teheran, Iran.
4. ExxonMobil
Produksi pada 2013 sebanyak 5,3 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 4,6 juta barel per hari. Ini adalah perusahaan minyak multinasional Amerika.
5. Rosneft
Produksi pada 2013 sebanyak 4,6 juta barel  per hari. Pada 2003 tidak ada data.
6. Royal Dutch Shell
Produksi pada 2013 sebanyak 4 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 4,1 juta barel per hari. Ini adalah perusahaan minyak kerjasama antara Inggris dan Belanda. Kantor pusat perusahaan berada di kota Den Haag, Belanda.
7. PetroChina
Produksi pada 2013 sebanyak 3,9 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 2,5 juta barel per hari. Ini perusahaan minyak China yang berkantor pusat di Dongcheng, Beijing, China.
8. Pemex
Produksi pada 2013 sebanyak 3,6 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 4,2 juta barel per hari. Ini perusahaan minyak milik negara Meksiko.
9. Chevron
Produksi pada 2013 sebanyak 3,5 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 3,2 juta barel per hari
10. Kuwait Petroleum Company
Produksi pada 2013 sebanyak 4 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 4,1 juta barel per hari. Ini adalah perusahaan minyak nasional milik Kuwait
11. BP
Produksi pada 2013 sebanyak 3,1 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 3,9 juta barel per hari
12. Total
Produksi pada 2013 sebanyak 2,6 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 2,4 juta barel per hari
13. Petrobas
Produksi pada 2013 sebanyak 2,5 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 1,5 juta barel per hari
14. Qatar Petroleum
Produksi pada 2013 sebanyak 2,4 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 1,4 juta barel per hari
15. ADNOC (Abu Dhabi)
Produksi pada 2013 sebanyak 2,4 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 1,82 juta barel per hari
16. Lukoil
Produksi pada 2013 sebanyak 2,3 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 1,8 juta barel per hari
17. Iraqi Oil Ministry
Produksi pada 2013 sebanyak 2,22 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 1,6 juta barel per hari
18. Sonatrach (Algeria)
Produksi pada 2013 sebanyak 2,19 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 2,36 juta barel per hari
19. Pdvsa (Venezuela)
Produksi pada 2013 sebanyak 2,1 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 1,6 juta barel per hari
20. Statoil (Norwegia)
Produksi pada 2013 sebanyak 2 juta barel per hari dan 2003 sebanyak 1,6 juta barel per hari (bisnis.news.viva.co.id, 18/11/2013)

Daftar Terbaru 50 Orang Kaya Indonesia versi Forbes



Untuk pertama kalinya, FORBES ASIA berhasil menelusuri kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia. Tahun lalu, FORBES ASIA hanya berhasil merilis 40 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sebesar US$ 95 miliar.
Seperti dikutip dari Forbes, Kamis (21/11/2013), daftar 50 orang terkaya ini dihimpun berdasarkan infromasi keuangan dan kepemilikan saham yang diperoleh dari bursa saham, analis, individu dan keluarga serta berbagai sumber lainnya.
Di jajaran itu, R.Budy dan Michael Hartono berhasil menyabet gelar orang terkaya Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 15 miliar.
Meski berada di tengah kondisi ekonomi yang melambat, ternyata para pengusaha Indonesia tetap mampu menjalankan bisnisnya dengan baik. Padahal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III melambat hingga di bawah angka 6%.
Sebut saja CEO Lippo Group Mochtar Riady yang berhasil menembus daftar 10 besar orang paling kaya di Indonesia. Meski rupiah melemah ke level terparah sejak 2009, dia tetap mampu mengembangkan bisnisnya di dalam dan luar negeri.
Siapa saja orang kaya yang berhasil menembus daftar tersebut?
Inilah daftar lengkap 50 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes edisi 2 Desember 2013:
1. R Budi & Michael Hartono (-)
Harta kekayaan: US$ 15 miliar
2. Eka Tjipta Widjaja & Keluarga (90 tahun)
Harta kekayaan: US$ 7 miliar
3. Anthony Salim dan Keluarga (64 tahun)
Harta kekayaan: US$ 6,3 miliar
4. Susilo Wonowidjojo & keluarga (57 tahun)
Harta kekayaan: US$ 5,3 miliar
5. Chairul Tanjung (51 tahun)
Harta kekayaan: US$ 4 miliar
6. Sri Prakash Lohia (61 tahun)
Harta kekayaan: US$ 3,7 miliar
7. Boenjamin Setiawan & Keluarga (80 tahun)
Harta kekayaan: US$ 3 miliar
8. Peter Sondakh (61 tahun)
Harta kekayaan: US$ 2,7 miliar
9. Mochtar Riady & keluarga (84 tahun)
Harta kekayaan: US$ 2,5 miliar
10. Sukanto Tanoto (63 tahun)
Harta kekayaan: US$ 2,3 miliar
11. Putera Sampoerna dan keluarga (66 tahun)
Harta kekayaan: US$ 2,15 miliar
12. Tahir (61 tahun)
Harta kekayaan: US$ 2,05 miliar
13. Bactiar Karim (56 tahun)
Harta kekayaan: US$ 2 miliar
14. Theodore Rachmat (69 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,9 miliar
15. Martua Sitorus (53 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,85 miliar
16. Murdaya Poo (72 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,75 miliar
17. Ciliandara Fangiono dan keluarga (37 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,7 miliar
18. Achmad Hamami dan keluarga (83 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,5 miliar
19. Kartini Muljadi dan keluarga (83 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,42 miliar
20. Eddy Katuari dan keluarga (62 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,4 miliar
21. Low Tuck Kwong (65 tahun)
Harta Kekayaan: US$ 1,37 miliar
22. Hary Tanoesoedibjo (48 tahun)
Harta kekayaan : US$ 1,35 miliar
23. Ciputra dan Keluarga (82 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,3 miliar
24. Edwin Soeryadjaya (64 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,2 miliar
25. Djoko Susanto (63 tahun)
Harta Kekayaan: US$ 1,15 miliar
26. Eka Tjandranegara (67 tahun)
Harta Kekayaan : US$ 1,15 miliar
27. Harjo Sutanto (87 tahun)
Harta kekayaan : US$ 1,14 miliar
28. Soegiarto Adikoesoemo (75 tahun)
Harta kekayaan: US$ 1,040 miliar
29. Kusnan dan Rusdi Kirana (54 tahun)
Harta kekayaan US$ 1 miliar
30. Garibaldi Tohir (48 tahun)
Harta kekayaan : US$ 960 juta
31. Sjamsul Nursalim (72 tahun)
Harta kekayaan US$ 950 Juta
32. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (85 tahun)
Harta kekayaan US$ 940 Juta
33. Kuncoro Wibowo dan Keluarga (57 tahun)
Harta kekayaan: US$ 910 Juta
34. Husain Djojonegoro dan Keluarga (64 tahun)
Harta kekayaan US$ 875 Juta
35. Sudhamek (57 tahun)
Harta kekayaan US$ 830 Juta
36. Eddy Kusnadi Sariaatmadja (60 tahun)
Harta kekayaan US$ 820 Juta
37. Benny Subianto (71 tahun)
Harta kekayaan US$ 790 Juta
38. Aksa Mahmud (68 tahun)
Harta kekayaan US$ 780 Juta
39. Jogi Hendra Atmadja (67 tahun)
Harta kekayaan US$ 760 Juta
40. Santosa Handojo (49 tahun)
Harta kekayaan US$ 750 Juta
41. Prajogo Pangestu (69 tahun),
Harta kekayaan US$ 745 juta
42. Hashim Djojohadikusumo ( 59 tahun)
Harta kekayaan US$ 700 juta
43. Kiki Barki (73 tahun)
Harta kekayaan US$ 680 juta
44. Alexander Tedja (68 tahun)
Harta kekayaan US$ 670 juta
45. The Nin King (82 tahun)
Harta kekayaan US$ 650 juta
46. Winato Kartono (42 tahun)
Harta kekayaan US$ 590 juta
47. Sandiaga Salahuddin Uno (44 tahun)
Harta kekayaan US$ 460 juta
48. Trihatma Haliman (61 tahun)
Harta kekayaan US$ 450 juta
49. Arifin Panigoro (68 tahun)
Harta kekayaan US$ 420 juta
50. Sutjipto Nagaria (72 tahun)
Harta kekayaan US$ 390 juta.
(liputan6.com, 21/11/2013)

Tuesday, 3 December 2013

Asing Kuasai 70 Persen Aset Negara


Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan hingga saat ini aset negara sekitar 70–80 persen telah dikuasi bangsa asing.
“Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,” katanya saat membawakan arahan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) menyambut pra Munas XII 2014 di Kendari, Sabtu.
Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen.
Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75 persen, telekomunikasi antara 70 persen dan lebih parah lagi adalah pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85 persen.
“Kecuali sektor perkebunan dan pertanian dalam arti luas, asing baru menguasai 40 persen. Namun demikian kita harus waspada agar tidak semua aset negara itu harus dikuasi asing,” katanya.
Oleh karena itu, kata Rektor UGM itu, untuk mempertahankan aset-aset yang belum dikuasai asing tersebut, perlu kebijakan dan terobosan yang lebih hati-hati dalam melahirkan keputusan sehingga aset yang belum dikuasi itu tetap milik bangsa Indonesia.
Ia mengatakan, memang sebuah ironi apabila rakyat Indoneia masih belum merasakan wujud kemakmuran merata dan berkeadilan.
Di usia kemerdekaan 68 tahun, meskipun kaya raya dengan sumber daya alam namun hingga kini masih banyak didaulat oleh perusahaan negara asing.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir pada seminar nasional dengan judul Otonomi daerah dan konflik Pengelolaan Lahan mengatakan di era otonomi daerah saat ini seakan menjadi anak tiri yang selalu disalahkan.
“Pertanyaan saya bahwa, apa yang salah dengan otonomi daerah. Atau jangan-jangan kita lebih suka kembali ketata kelola pemerintahan yang sentralistis dan otoriter,” katanya.
Menurut mantan anggota DPR-RI dari PDIP itu, langkah yang harus diambil untuk memwujudkan kedaulatan pangan khususnya daerah yang saat ini dipimpinnya di antaranya mengendalikan laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian.
Untuk itu, kata Ganjar, seminar nasional ini diharapkan melahirkan kebijakan baru yang bisa diwujudkan dalam upaya pemandirian bangsa. (antaranews.com, 10/11/2013)